Barcelona, Penguasaan Bola dan Quique Setien

Barcelona, Penguasaan Bola dan Quique Setien

Review-payday-loans.info -Barcelona mendominasi mencapai 73% penguasaan bola ketika menyambangi Mestalla, markas dari Valencia, pada Sabtu lalu. Nahasnya, Lionel Messi dan kolega justru takluk dengan skor 0-2. Hasil ini pun membuktikan kalau penguasaan bola bukan segalanya dalam permainan di lapangan. Ada cara-cara lain untuk bisa mendominasi permainan, bahkan dengan memanfaatkan serangan balik.

Kekalahan ini juga menjadi pukulan telak pertama untuk Quique Setien, pelatih anyar dari Barcelona. Sejak pertama kali tiba, Setien memang sudah menjanjikan sepak bola khas Barca. Yaitu dominasi bola, umpan-umpan pendek alias tiki-taka. Biar begitu, tetap ada kekurangan besar pada penguasaan bola yang disuguhkan oleh Barcelona pada pertandingan itu.

Tidak Ada Gunanya

Penguasaan bola memang membuat tim tampak sangat tangguh, tapi tidak ada gunanya jika tidak didukung kekuatan lainnya. Barca mencatatkan 14 tembakan pada pertandingan melawan Valencia, 11 di antaranya disumbang oleh Lionel Messi seorang diri.

Kendati demikian, ternyata hanya 5 tembakan yang tepat sasaran dari 14 percobaan Blaugrana. Sementara Valencia mampu menorehkan 6 tembakan tepat sasaran dari 8 percobaan. Barcelona memang mendominasi penguasaan bola di babak pertama, tapi Valencia menciptakan semua peluang berbahaya, ujar Pichi Alonso, analis Sport.

Baca JUGA : Link alternatif topcash18

Bagi saya, penguasaan bola jadi tidak ada gunanya jika berdiri sendiri. Harus diimbangi dengan kualitas yang lainnya seperti pergerakan, variasi, mengalihkan bola dan menggunakan ruang kosong. Dan saat itulah gaya bermain itu akan bisa jadi yang terbaik. Yang kita lihat kemarin di Mestalla adalah menguasai bola hanya untuk hal itu. Penguasaan bola yang hampa dan tidak ada artinya. Anda akan berakhir kalah, sambungnya.

Kesalahan Setien

Lebih lanjut, kekalahan ini pun juga membuktikan bahwa taktik Setien belum benar-benar tepat sasaran. Barca bermain dalam formasi 3-5-2 pada pertandingan itu, yang justru akan menyulitkan ketika mengatasi serangan balik. Sang pelatih, Quique Setien, pun mengakui bahwa timnya belum benar-benar memahami taktik yang dia inginkan. Setien memang baru mulai bekerja, ia butuh waktu.

Dua hal lainnya dari performa Barca di Mestalla yaitu Barisan tiga bek lagi-lagi menyebabkan sisi sayap kosong. Dan selanjutnya di babak pertama dua tendangan bebas Messi adalah satu-satunya peluang, sambung Alonso. Kebobolan dua gol itu membuat segalanya menjadi mustahil. Barca memang membuat perubahan pada babak kedua, tapi masalahnya sudah terlalu sulit untuk kembali, tandasnya.

Kursi Panas Quique Setien

Periode indah kebersamaan Quique Setien dan juga Barcelona akhirnya usai. Barcelona kalah pada laga ketiga di bawah asuhan Quique Setien. Dan, kini drama pun telah dimulai. Quique Setien baru saja ditunjuk sebagai pelatih utama Barcelona. Baru dua pekan saja setelah ia menggantikan posisi Ernesto Valverde yang dipecat pasca kegagalan di ajang Supercoppa de Espana.

Pada dua laga awal sebagai pelatih Barcelona, Quique Setien memang mampu memberi kemenangan. Lawannya hanya Ibiza dan Granda, secara kualitas sangat jauh di bawah Barcelona. Kemenangan itupun diraih dengan susah payah.

Barcelona menang 1-0 atas Granada berkat gol tunggal dari Lionel Messi. Barcelona hampir saja kalah dari Ibiza, sebelum Antoine Griezmann datang sebagai penyelamat lewat golnya pada menit akhir laga. Pada laga ketiga kemarin akhirnya Barcelona kalah dengan skor 2-0 atas Valencia di Mestalla.

Dengan begini jelas kalau kursi kepelatihan Quique Setien sudah panas dan harus bersiap-siap angkat kaki dari Barcelona jika perubahan tidak ada di dalam skuad Barca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *